Informasi yang dihimpun menyebutkan, musibah yang menimbulkan korban jiwa tersebut berawal ketika korban Iman bersama rekannya, Agus yang pada Senin (9/8) tengah beristirahat dekat tanah dan pasir yang menggunung untuk mereklamasi bekas galian C yang dikelola H. Sa'I'm, sementara para pekerja lain pun sedang beristirahat, namun tidak di sekitar tanah yang menggunung.
Gundukan tanah berkubik-kubik itu tiba-tiba bergerak cepat dan menimbun kedua korban. Tertimbunnya korban tidak langsung diketahui, namun ada salah seorang pekerja yang ingat kalau korban beristirahat dekat gundukan tanah tersebut dan jaraknya sekitar 30 meter dari eskavator yang saat itu di bawah pengawasan Danu (52) staf CV. Caringin Alam Sejahtera, yang diberi izin tambang oleh Pemkab Cirebon.
Dengan menggunakan eskavator dibantu tenaga manual para pekerja, kedua korban berhasil ditemukan. Iman ditemukan sudah tak bernyawa lagi sementara Agus yang kritis langsung dibawa ke RS Ciremai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, karena keluarga korban Iman penasaran, Agus yang sudah tewas itu pun turut dibawa ke RS.
Sementara itu, Kapolres Cirebon, AKBP Edi Mardianto melalu Kapolsek Lemahabang AKP Fahturoji, membenarkan adanya seorang pekerja galian C yang ditemukan tewas terkubur.
Petugas telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi yang saat itu berada di lapangan. "Sementara ini penyebab kematian korban karena kecelakaan. Korban luka kini dirawat di RST Ciremai," Fahturoji.
0 comments:
Post a Comment