
Cirebon - Festival Topeng Nusantara (FTN) untuk pertama kali memilih Kota Cirebon sebagai tuan rumah pada 15-17 Oktober mendatang.
Dalam kegiatan itu diagendakan Semarak Pemilihan Duta Topeng Cirebon untuk memilih satu sanggar tari dari Ciayumajakuning untuk mengikuti Pentas Tari Topeng pada puncak kegiatan FTN.
Bertempat di Griya Ciayumajakuning Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Semarak Pemilihan Duta Topeng Cirebon diikuti oleh 18 sanggar tari se-wilayah III Cirebon yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).
Hadir sejumlah budayawan dalam kegiatan ini diantaranya Endo Suwanda, seorang pakar seni topeng dipilih sebagai juri yang didukung empat anggota Dewan Pertimbangan yaitu Toto Amsar, Pangeran Panji Jaya Prawirakusuma dari Keraton Kasepuhan, Pangeran Agus Djoni dari Keraton Kanoman dan seorang tokoh budayawan Cirebon, Dadang.
Peggy Melati Sukma selaku koordinator pelaksana program dan jubir festival di Cirebon, Sabtu (7/8), mengatakan, kegiatan yang diproyeksikan sebagai peristiwa budaya dan pariwisata ini rencananya akan digelar rutin setiap dua tahun sekali.
"Tujuannya untuk melestarikan dan mempublikasikan seni budaya topeng nusantara serta diharapkan mendapat pengakuan sebagai warisan budaya bangsa dari UNESCO seperti batik dan keris," kata Peggy.
Selain menampilkan seni tari topeng, dalam rangkaian kegiatan FTN ini juga dimeriahkan dengan bazar kuliner dan kerajinan tangan yang menurut Peggy sebagai dukungan untuk industri kreatif sehingga meningkatkan ekonomi rakyat.
Rangkaian kegiatan FTN selanjutnya, kata Peggy adalah "Public Showcase" di alun-alun Grand Indonesia, Jakarta pada tanggal 13-22 Agustus 2010 mendatang. Di acara tersebut, katanya merupakan eksibisi yang menampilkan karya topeng dari seniman muda, creative group, selebritis dan institusi budaya dari berbagai daerah terpilih.
"Acara tersebut digelar bertujuan untuk mencari dukungan dan membantu menyampaikan pesan untuk melestarikan budaya melalui karya mereka sekaligus mempromosikan rangkaian acara FTN 2010 di Cirebon ini," ujar Peggy.
Dilanjut dengan rangkaian kegiatan FTN ketiga adalah menampilkan "10.000 topeng kreatif buatanku" di bulan September yang melibatkan anak-anak dan keluarga didampingi para seniman topeng.
"Diharapkan kegiatan ini dapat membukukan rekor MURI," ujarnya.
Puncak acara FTN pada tanggal 15-17 Oktober adalah Kirab Budaya Ciayumajakuning" yang akan digelar di sepanjang jalan protokol Kota Cirebon dan diikuti oleh 1.000 peserta terdiri dari berbagai seni tradisi dari Ciayumajakuning dan seluruh Nusantara.
"Nanti akan ada kirab 1.000 seniman dari Ciayumajakuning dan seluruh Nusantara berangkat dari Griya Ciayumajakuning dan berakhir di Gedung Negara kantor BKPP. Di sana juga terdapat seremoni peluncuran Kirab Budaya Ciayumajakuning, upacara pembukaan FTN, festival kuliner dan festival kerajinan kreatif," katanya.
Khusus bagi wisatawan domestik dan internasional, pada tanggal 16 Oktober akan dilanjutkan dengan Festival Topeng Nusantara Show di Resort Prima Sangkanhurip, Kuningan sebagai kemasan paket wisata. Yaitu sebuah acara gala pertunjukan dan makan malam yang dikemas dengan eksklusif berupa pagelaran spektakuler dari koreografi, stage act, musik dan multimedia.
Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) wilayah Cirebon, Ano Sutrisno menyambut baik kegiatan yang baru pertama kali diadakan Indonesia tersebut apalagi Cirebon terpilih sebagai tuan rumahnya.
"Saya haturkan terima kasih atas kesempatan Cirebon terpilih sebagai tuan rumah FTN dan diharapkan potensi-potensi daerah di Ciayumajakuning dapat terekspose ke luar dan dapat berkembang," katanya. (sumber)
Dalam kegiatan itu diagendakan Semarak Pemilihan Duta Topeng Cirebon untuk memilih satu sanggar tari dari Ciayumajakuning untuk mengikuti Pentas Tari Topeng pada puncak kegiatan FTN.
Bertempat di Griya Ciayumajakuning Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Semarak Pemilihan Duta Topeng Cirebon diikuti oleh 18 sanggar tari se-wilayah III Cirebon yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).
Hadir sejumlah budayawan dalam kegiatan ini diantaranya Endo Suwanda, seorang pakar seni topeng dipilih sebagai juri yang didukung empat anggota Dewan Pertimbangan yaitu Toto Amsar, Pangeran Panji Jaya Prawirakusuma dari Keraton Kasepuhan, Pangeran Agus Djoni dari Keraton Kanoman dan seorang tokoh budayawan Cirebon, Dadang.
Peggy Melati Sukma selaku koordinator pelaksana program dan jubir festival di Cirebon, Sabtu (7/8), mengatakan, kegiatan yang diproyeksikan sebagai peristiwa budaya dan pariwisata ini rencananya akan digelar rutin setiap dua tahun sekali.
"Tujuannya untuk melestarikan dan mempublikasikan seni budaya topeng nusantara serta diharapkan mendapat pengakuan sebagai warisan budaya bangsa dari UNESCO seperti batik dan keris," kata Peggy.
Selain menampilkan seni tari topeng, dalam rangkaian kegiatan FTN ini juga dimeriahkan dengan bazar kuliner dan kerajinan tangan yang menurut Peggy sebagai dukungan untuk industri kreatif sehingga meningkatkan ekonomi rakyat.
Rangkaian kegiatan FTN selanjutnya, kata Peggy adalah "Public Showcase" di alun-alun Grand Indonesia, Jakarta pada tanggal 13-22 Agustus 2010 mendatang. Di acara tersebut, katanya merupakan eksibisi yang menampilkan karya topeng dari seniman muda, creative group, selebritis dan institusi budaya dari berbagai daerah terpilih.
"Acara tersebut digelar bertujuan untuk mencari dukungan dan membantu menyampaikan pesan untuk melestarikan budaya melalui karya mereka sekaligus mempromosikan rangkaian acara FTN 2010 di Cirebon ini," ujar Peggy.
Dilanjut dengan rangkaian kegiatan FTN ketiga adalah menampilkan "10.000 topeng kreatif buatanku" di bulan September yang melibatkan anak-anak dan keluarga didampingi para seniman topeng.
"Diharapkan kegiatan ini dapat membukukan rekor MURI," ujarnya.
Puncak acara FTN pada tanggal 15-17 Oktober adalah Kirab Budaya Ciayumajakuning" yang akan digelar di sepanjang jalan protokol Kota Cirebon dan diikuti oleh 1.000 peserta terdiri dari berbagai seni tradisi dari Ciayumajakuning dan seluruh Nusantara.
"Nanti akan ada kirab 1.000 seniman dari Ciayumajakuning dan seluruh Nusantara berangkat dari Griya Ciayumajakuning dan berakhir di Gedung Negara kantor BKPP. Di sana juga terdapat seremoni peluncuran Kirab Budaya Ciayumajakuning, upacara pembukaan FTN, festival kuliner dan festival kerajinan kreatif," katanya.
Khusus bagi wisatawan domestik dan internasional, pada tanggal 16 Oktober akan dilanjutkan dengan Festival Topeng Nusantara Show di Resort Prima Sangkanhurip, Kuningan sebagai kemasan paket wisata. Yaitu sebuah acara gala pertunjukan dan makan malam yang dikemas dengan eksklusif berupa pagelaran spektakuler dari koreografi, stage act, musik dan multimedia.
Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) wilayah Cirebon, Ano Sutrisno menyambut baik kegiatan yang baru pertama kali diadakan Indonesia tersebut apalagi Cirebon terpilih sebagai tuan rumahnya.
"Saya haturkan terima kasih atas kesempatan Cirebon terpilih sebagai tuan rumah FTN dan diharapkan potensi-potensi daerah di Ciayumajakuning dapat terekspose ke luar dan dapat berkembang," katanya. (sumber)
0 comments:
Post a Comment